Silaturrahmi dan Nilai Syariah Diyakini Jadi Pilar Utama Kebangkitan Ekonomi Nasional

Terkini 15 May 2026 04:16 3 min read 173 views By Eric carno

Share berita ini

Silaturrahmi dan Nilai Syariah Diyakini Jadi Pilar Utama Kebangkitan Ekonomi Nasional
Silaturrahmi dan Nilai Syariah Diyakini Jadi Pilar Utama Kebangkitan Ekonomi Nasional

CWNews.my.id. | 11 Mei 2026 Aceh Besar — Di tengah arus perubahan global dan tantangan ekonomi yang semakin kompleks, penguatan nilai silaturrahmi serta penerapan prinsip-prinsip ekonomi syariah dinilai menjadi kekuatan besar dalam membangun ketahanan ekonomi nasional yang adil, produktif, berkelanjutan, dan penuh keberkahan. Silaturrahmi tidak lagi sekadar dimaknai sebagai hubungan sosial antarindividu, tetapi telah menjadi modal sosial strategis yang mampu memperkuat kepercayaan, memperluas jaringan usaha, dan membuka berbagai peluang ekonomi bagi masyarakat.

 

Pandangan tersebut disampaikan oleh Dr. Junaidi, dosen tetap STAI Jamiatur Tarbiyah Aceh Utara yang juga dikenal luas sebagai guru pengajian dan pembina Rumah Tahfiz Raudhatul Qur’an di Komplek Bharadaksa, Desa Rabeu, Kecamatan Kuta Baro, Kabupaten Aceh Besar.

 

Sosok yang akrab disapa “Waled” itu menegaskan bahwa konsep silaturrahmi dalam perspektif hukum ekonomi syariah memiliki posisi sangat penting dalam menciptakan hubungan ekonomi yang sehat, jujur, harmonis, dan saling menguatkan antarindividu maupun pelaku usaha.

 

Dalam keterangannya bersama sejumlah akademisi dari Universitas Malikussaleh dan STIA Nasional, Dr. Junaidi menyoroti pentingnya membangun komunikasi yang baik, mempererat hubungan sosial, serta menumbuhkan rasa saling percaya sebagai fondasi utama dalam memperkuat pertumbuhan ekonomi masyarakat dan bangsa.

 

Menurutnya, kepercayaan sosial merupakan aset terbesar dalam membangun kekuatan ekonomi yang berdaya tahan. Ketika hubungan sosial terjalin dengan baik, maka peluang kerja sama, investasi, pengembangan usaha, hingga perluasan jaringan ekonomi akan tumbuh lebih luas dan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

 

“Silaturrahmi bukan hanya mempererat ukhuwah dan hubungan persaudaraan, tetapi juga menjadi pintu hadirnya rezeki, memperluas relasi usaha, serta memperkuat produktivitas ekonomi masyarakat. Dalam prinsip ekonomi syariah, hubungan yang baik akan menghadirkan keberkahan dalam setiap aktivitas ekonomi,” ujar Dr. Junaidi.

 

Ia juga menegaskan bahwa penerapan nilai-nilai syariah seperti amanah, kejujuran, tanggung jawab, keadilan, dan semangat tolong-menolong harus menjadi budaya dalam kehidupan ekonomi masyarakat. Menurutnya, nilai-nilai tersebut merupakan pondasi penting dalam menjaga stabilitas ekonomi yang sehat dan berkeadilan di tengah dinamika perkembangan zaman.

 

Dr. Junaidi menilai bahwa ekonomi syariah sejatinya tidak hanya berorientasi pada keuntungan material semata, tetapi juga menempatkan keberkahan, kemaslahatan umat, keseimbangan sosial, dan pemerataan kesejahteraan sebagai tujuan utama pembangunan ekonomi.

 

Karena itu, aktivitas ekonomi harus dibangun di atas nilai moral, etika, dan tanggung jawab sosial yang kuat agar pertumbuhan ekonomi tidak hanya menghasilkan keuntungan, tetapi juga menghadirkan rasa keadilan dan manfaat luas bagi masyarakat.

 

“Ekonomi yang dibangun dengan nilai amanah dan kejujuran akan melahirkan kepercayaan. Dari kepercayaan itulah tumbuh kekuatan ekonomi yang kokoh, sehat, dan berkelanjutan,” katanya.

 

Lebih lanjut, ia berharap masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga silaturrahmi dalam seluruh aspek kehidupan, termasuk dalam dunia usaha dan aktivitas ekonomi sehari-hari. Dengan memperkuat semangat persaudaraan, kebersamaan, dan kolaborasi yang harmonis, Indonesia diyakini mampu membangun sistem ekonomi nasional yang lebih tangguh, stabil, produktif, serta penuh keberkahan di masa depan.

 

Menurutnya, keberhasilan pembangunan ekonomi tidak hanya diukur dari tingginya angka pertumbuhan, tetapi juga dari kuatnya nilai moral, solidaritas sosial, dan kesejahteraan yang benar-benar dirasakan oleh masyarakat secara luas.

 

“Ketika ekonomi dibangun di atas nilai syariah, persaudaraan, dan rasa saling percaya, maka yang lahir bukan hanya pertumbuhan ekonomi, tetapi juga keberkahan, keadilan, dan kesejahteraan bersama bagi bangsa dan negara,” tutupnya.

 

-Mj Eric Karno (Sabang CWNews)

Camera Waspada News

Recent Articles

Popular Articles

Chat with us on WhatsApp