Petani Nilam Batee Shok Ditempa ARC Aceh dan USK, Siap Lahirkan Minyak Nilam Premium dari Ujung Barat Indonesia

Terkini 15 Jun 2026 08:21 3 min read 177 views By Eric carno

Share berita ini

Petani Nilam Batee Shok Ditempa ARC Aceh dan USK, Siap Lahirkan Minyak Nilam Premium dari Ujung Barat Indonesia
Petani Nilam Batee Shok Ditempa ARC Aceh dan USK, Siap Lahirkan Minyak Nilam Premium dari Ujung Barat Indonesia

SABANG – CWNews.my.id.|| Harapan menjadikan Sabang sebagai salah satu sentra penghasil minyak nilam berkualitas tinggi di Aceh terus menunjukkan perkembangan positif. Semangat itu tampak dalam kegiatan Pelatihan Penyulingan Minyak Nilam yang digelar di Gampong Batee Shok,Minggu (14/6/2026), menghadirkan tim peneliti Atsiri Research Center (ARC) Aceh bersama para dosen dan peneliti Universitas Syiah Kuala.

 

Kegiatan yang dipimpin oleh Prof. Saifullah tersebut menjadi momentum penting dalam membangun kapasitas petani nilam lokal agar mampu menghasilkan minyak nilam berstandar tinggi yang memiliki daya saing kuat di pasar nasional maupun internasional.

 

Pelatihan turut dihadiri Keuchik Gampong Batee Shok Ridwan Nasution, anggota Komunitas Nilam Batee Shok, pegiat nilam Kota Sabang, serta Babinsa setempat yang selama ini aktif mendukung pengembangan sektor pertanian dan pemberdayaan ekonomi masyarakat desa.

 

Dalam suasana penuh semangat dan antusiasme, para peserta mendapatkan pembekalan komprehensif mulai dari teknik budidaya tanaman nilam yang baik, pengelolaan bahan baku pascapanen, metode penyulingan yang efektif, hingga strategi peningkatan mutu minyak nilam agar memenuhi standar pasar yang semakin kompetitif.

 

Prof. Saifullah menegaskan bahwa masa depan komoditas nilam Aceh sangat ditentukan oleh kualitas produksi yang dihasilkan petani. Oleh karena itu, transfer ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi bagian penting dalam meningkatkan nilai tambah komoditas unggulan tersebut.

 

“Nilam merupakan salah satu komoditas strategis yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Jika proses budidaya dan penyulingannya dilakukan secara tepat, maka kualitas minyak yang dihasilkan akan meningkat dan tentu berdampak langsung pada harga jual yang diterima petani,” ujar Prof. Saifullah.

 

Menurutnya, kolaborasi antara petani, pemerintah, akademisi, dan lembaga penelitian menjadi fondasi utama dalam membangun industri nilam yang berkelanjutan dan mampu memberikan manfaat ekonomi jangka panjang bagi masyarakat.

 

Sementara itu, Keuchik Gampong Batee Shok Ridwan Nasution menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas perhatian yang diberikan ARC Aceh dan USK kepada petani nilam di wilayahnya.

 

Ia menilai pelatihan tersebut bukan sekadar kegiatan edukasi, melainkan investasi pengetahuan yang akan membawa perubahan nyata terhadap peningkatan kualitas produksi dan kesejahteraan masyarakat desa.

 

“Kami merasa bangga dan bersyukur karena Gampong Batee Shok mendapat kesempatan menjadi lokasi pelatihan ini. Kehadiran para peneliti dan akademisi memberikan motivasi baru bagi petani untuk terus belajar, berinovasi, dan meningkatkan kualitas minyak nilam yang dihasilkan,” ungkap Ridwan.

 

Diskusi yang berlangsung hangat dan interaktif menunjukkan tingginya minat petani terhadap pengembangan komoditas nilam. Berbagai persoalan yang selama ini dihadapi di lapangan dibahas secara terbuka, mulai dari teknik pembibitan, pengendalian kualitas bahan baku, efisiensi proses penyulingan, hingga peluang ekspor minyak nilam ke pasar global.

 

Bagi masyarakat Batee Shok, pelatihan ini menjadi titik awal menuju transformasi sektor pertanian berbasis pengetahuan dan teknologi. Kehadiran ARC Aceh dan USK diharapkan dapat membuka jalan lahirnya kemitraan berkelanjutan yang mampu memperkuat ekosistem pengembangan nilam di Sabang.

 

Lebih dari sekadar menghasilkan minyak atsiri, pengembangan nilam kini dipandang sebagai peluang besar dalam menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta memperkuat ekonomi desa berbasis potensi lokal yang berkelanjutan.

 

Dengan dukungan riset, inovasi, dan pendampingan berkelanjutan, petani nilam Sabang diyakini mampu naik kelas menjadi produsen minyak nilam premium yang tidak hanya dikenal di Aceh dan Indonesia, tetapi juga memiliki tempat di pasar dunia.

 

Dari lereng dan kebun-kebun nilam di Batee Shok, kini tumbuh harapan baru. Harapan agar aroma khas minyak nilam Sabang tidak hanya mengharumkan daerahnya sendiri, tetapi juga membawa nama Kota Sabang dikenal sebagai salah satu penghasil minyak nilam berkualitas dari ujung barat Indonesia.

 

Reporter: M. J. Novi Eric Karno

 CWNews Sabang

Camera Waspada News

Recent Articles

Popular Articles

Chat with us on WhatsApp